Salam kenal namaku Tania Eka Umami Vavarianti. Aku lahir di Ponorogo, 24 Januari 2001. Sekarang aku sudah selesai menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Kota Bekasi jurusan TKJ.

  • Welcome All :)

    Happy Reading All in My Blog

  • Berbagi Itu Indah :)

Pages

Minggu, 13 Agustus 2017

Pilihan Instalasi dalam Windows Server 2012

Kesimpulan 4 Pilihan Penginstallan dalam Windows Server 2012

            Assalamu’alaikum Wr. Wb.



            Di post ini saya akan membahas mengenai 4 pilihan penginstallan yang ada dalam Windows Server 2012. Berikut ini merupakan sedikit penjelasan mengenai keempat pilihan penginstallan tersebut.

Pilihan pertama dalam penginstallan Windows Server 2012 adalah “Windows Server 2012 Standart Evaluation (Server Core Installation)”. Apabila kita memilih pilihan pertama ini, nanti Windows Server 2012 yang kita gunakan tampilannya menjadi core atau berbasis text (CLI). Jadi kita menggunakan script atau command untuk melakukan konfigurasi pada Windows Server 2012 nya. Tentu kita harus menghafalkan script atau command yang digunakan untuk konfigurasi. Karena bila kita tidak mengetahui command nya, tentu kita tidak bisa melakukan konfigurasi. Namun, Windows Server 2012 menggunakan versi core ini juga terdapat kelebihan yaitu tidak menggunakan RAM atau memory terlalu besar, begitu pula untuk kerja processor nya yang tidak begitu berat.

Berbeda dengan apabila kita memilih penginstallan Windows Server 2012 yang kedua, yaitu “Windows Server 2012 Standart Evaluation (Server with a GUI)”. Maka nanti kita akan mendapatkan OS CentOS 7 menggunakan tampilan GUI atau seperti desktop. Tentu apabila kita menggunakan tampilan ini kita memerlukan penggunaan RAM yang lebih besar dan juga kerja processor yang sedikit lebih berat dibandingkan kita menggunakan Windows Server 2012 menggunakan tampilan core. Namun, apabila kita menggunakan Windows Server 2012 dengan tampilan GUI ini tentu akan lebih bersahabat untuk kita yang tidak begitu hafal dengan script atau command untuk konfigurasi. Karena tampilan GUI pada Windows Server 2012 ini sangat memudahkan kita untuk melakukan konfigurasi.

Dalam OS Windows Server 2012 juga memudahkan kita untuk berganti tampilan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Untuk berganti tampilandalam Windows Server 2012 pun cara-caranya telah dijelaskan di lab sebelumnya.

Selain pilihan penginstallan yang pertama dan kedua seperti yang sedikit telah saya bahas tadi, ada juga pilihan penginstallan yang ketiga dan keempat yaitu “Windows Server 2012 Datacenter Evaluation (Server Core Installation)” dan “Windows Server 2012 Datacenter Evaluation (Server with a GUI)” . Nah pilihan ketiga dan keempat ini dikhususkan untuk penggunaan Windows Server 2012 sebagai datacenter untuk menyimpan file-file dan sebagainya. Mungkin untuk Windows Server 2012 yang dikhususkan sebagai datacenter ini memerlukan kapasitas hard disk yang lebih besar dari pada penggunaan Windows Server 2012 yang biasanya. Untuk pilihan ketiga dan keempat pun sama-sama dikhususkan untuk datacenter, hanya bedanya pilihan ketiga menggunakan tampilan core atau text (CLI) dan pilihan keempat nya menggunakan tampilan GUI.

Nah itulah penjelasan atau kesimpulan mengenai 4 pilihan instalasi dan Windows Server 2012. Semoga tulisan tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Apabila ada kekurangan dan sebagainya silahkan diutarakan di kolom komentar. So, happy reading guys. Salam hangat.. Tavav J

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Share:

Sabtu, 05 Agustus 2017

Tutorial Mengubah Windows Server Gui menjadi Windows Server Core


Mengubah dari Windows Server Gui Ke Windows Server Core

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nah kita telah berlanjut ke postingan selanjutnya. Di postingan ini akan membahas permasalahan yang kita hadapi di akhir postingan sebelumnya, yaitu mengenai cara untuk mengubah Windows Server GUI menjadi Windows Server Core. Memang banyak orang yang lebih senang menggunakan OS dalam bentuk GUI. Namun, ada juga yang sudah nyaman untuk menggunakan core atau dalam versi CLI nya apalagi kalau OS tersebut difungsikan sebagai server. Nah untuk mengubah Windows Server GUI menjadi Windows Server Core terdapat 2 cara, yaitu menggunakan GUI (melalui Server Manager) dan menggunakan text/command (melalui Powershell). Nah untuk tutorial dari kedua cara tersebut silahkan simak yang berikut ini.

            ·         Menggunakan GUI (Server Manager)

      1.      Buka Server Manager terlebih dahulu yang terletak di bagian bawah atau taskbar. Biasanya ketika kita memasuki Windows Server 2012 yang berbasis GUI ini kita secara otomatis akan masuk ke Server Manager.


      2.      Kemudian klik manage dan pilih “Remove Roles and Features” yang digunakan untuk menghapus roles (peran) dan fitur pada Windows Server 2012.


      3.      Selanjutnya untuk “Before You Begin” kita skip dengan meng klik next.


      4.      Setelah itu di bagian “Server Selection” kita pilih server mana yang akan kita remove roles and feature nya. Disini kita pilih server pool nya dan pilih server nya lalu klik next.


      5.      Lalu kita akan masuk ke bagian “Server Roles”. Kita skip saja dengan meng klik next karena kita akan melakukan remove di bagian features.


     6.      Kemudian kita akan masuk ke bagian “Features”. Disini kita akan menghapus salah satu fitur, yaitu “User Interfaces and Infrastructure”. Cara menghapus nya adalah dengan mengklik kotak yang di dalamnya ada warna hitam yang terletak di samping fitur yang ingin dihapus.


      7.      Setelah itu akan muncul tab seperti gambar di bawah ini dan kita pilih “Remove Features”.


      8.      Setelah kita menghapus “User Interfaces and Infrastructure”, klik next.


      9.      Selanjutnya kita akan ke tahap konfirmasi apakah fitur yang akan di remove itu benar. Disini saya mencentang “Restart the destination server automatically if required” untuk melakukan restart secara otomatis. Apabila fitur yang ingin kita remove sudah benar, kita klik “Remove”.


     10.  Kemudian proses removing fitur yang kita pilih sebelumnya dimulai. Kita tunggu hingga proses nya selesai. Karena tadi kita memilih untuk melakukan restart secara otomatis, maka nanti setelah proses selesai secara otomatis system akan ter-restart tanpa muncul notifikasi untuk restart.


      11.  Kemudian kita akan login kembali.



      12.  Dan Windows Server 2012 nya telah berubah menjadi Server Core dengan tampilan seperti gambar di bawah ini.


            ·         Menggunakan Text (Powershell)

      1.      Buka Powershell terlebih dahulu yang terletak di bagian bawah atau taskbar.


      2.      Kemudian kita ketikkan perintah

“Remove-WindowsFeature Server-Gui-Shell, Server-Gui-Mgmt-Infra”


atau

“Uninstall-WindowsFeature Server-Gui-Shell, Server-Gui-Mgmt-Infra”


      3.      Setelah itu, tunggu proses nya hingga selesai.


      4.      Selanjutnya kita akan shutdown atau restart system nya supaya mode nya berubah menjadi core dengan perintah “Shutdown -r -t 0”.


      5.      Kemudian kita akan login kembali.



      6.      Dan Windows Server 2012 nya telah berubah menjadi Server Core dengan tampilan seperti gambar di bawah ini.


Nah itulah langkah-langkah untuk mengubah Windows Server GUI menjadi Windows Server Core. Semoga tutorial kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Apabila ada kekurangan atau yang lainnya silahkan ditulis di kolom komentar di bagian bawah post ini. Keep reading in my blog.. J

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Share:

Tutorial dari Windows Server Core menjadi Windows Server GUI


MENGUBAH DARI WINDOWS SERVER CORE KE WINDOWS SERVER GUI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kali ini saya akan meneruskan post yang sebelumnya. Di post sebelumnya kita telah membahas mengenai arti dari 15 perintah dalam sconfig. Namun, bagaimana kalau kita lupa script atau command untuk mengkonfigurasi Windows Server yang kita gunakan? Tentu hal itu sangat merepotkan. Tetapi ternyata hal itu ada solusinya, yaitu Windows Server 2012 ini selain memiliki tampilan core juga memiliki tampilan GUI nya. Nah di postingan kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana caranya untuk mengubah Windows Server Core menjadi Windows Server GUI. Di dalam post ini terdapat 2 cara yang dapat dilakukan. Untuk langkah-langkah nya silahkan simak yang berikut ini.

      1.      Pertama kita akan membuat folder mount di drive C. Untuk membuat foldernya kita menggunakan perintah “mkdir C:\mountdir”. Dan untuk melihat apakah folder mountdir telah dibuat kita menggunakan perintah “dir”.


      2.      Setelah folder mount nya dibuat, selanjutnya kita akan mencari no index untuk mengubah server core menjadi GUI. Perintah yang digunakan adalah “Dism /get-wiminfo /wimfile:D:\sources\install.wim”.

  
      3.      Kemudian akan muncul tampilan informasi instalasi yang berisi index dari data yang ada pada drive D. Karena kita akan merubah menjadi GUI, maka kita akan memilih index 2. Lalu kita ketikkan perintah “Dism /mount-wim /wimfile:D:\sources\install.wim /Index:2 /MountDir:C:\mountdir /readonly”. Dan kita tunggu sampai proses mount selesai dengan ditandai kata “The operation completed successfully”.




      4.      Lalu kita akan menjalankan Powershell dengan mengetikkan perintah “Powershell”.


      5.      Selanjutnya kita ketikkan perintah “Install-WindowsFeature Server-Gui-Mgmt-Infra,Server-Gui-Shell -Restart -Source C:\mountdir\windows\winsxs”. Dan kita tunggu hingga proses instalasi selesai.



      6.      Kemudian akan muncul tampilan login untuk Windows Server 2012 yang telah berubah menjadi GUI. Kita login menggunakan password yang telah kita atur sebelumnya dan kita tekan enter.



      7.      Setelah berhasil login, kita telah masuk ke tampilan utama dari Windows Server 2012 yang berbasis GUI.


Selain itu, ada satu cara lagi untuk beralih dari Server Core menjadi Server GUI menggunakan Powershell. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut.

      1.      Masuk ke powershell dengan perintah “start powershell”.


      2.      Kemudian kita ketikkan perintah “Add-WindowsFeature Server-Gui-Shell, Server-Gui-Mgmt-Infra”.


      3.      Setelah itu tunggu hingga proses penginstallan nya berhasil.


      4.      Selanjutnya kita shutdown atau reboot OS nya dengan perintah “shutdown -r -t 0”.


      5.      Kemudian akan muncul tampilan login untuk Windows Server 2012 yang telah berubah menjadi GUI. Kita login menggunakan password yang telah kita atur sebelumnya dan kita tekan enter.




Nah sekarang tampilan Windows Server kita telah berubah menjadi Windows Server GUI. Tentu hal itu akan mempermudah kita yang tidak terlalu hafal dengan banyaknya command untuk mengkonfigurasi Windows Server. Namun, bagaimana kalau kita sudah nyaman untuk menggunakan Windows Server Core dan ingin beralih lagi menggunakan Windows Server Core? Nah tutorial tersebut akan kita bahas di post selanjutnya. Jadi see you in next post J Keep reading in my blog. Semoga semua postingan ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Apabila ada kekurangan dan sebagainya silahkan tulis di kolom komentar di bawah ya.. J Karena komentar dari kalian sangat membantu untuk membuat blog ini menjadi lebih baik.

            Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Share:

Fungsi 15 Perintah dalam “SConfig” pada Windows Server 2012


Fungsi 15 Perintah dalam “SConfig”

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hai.. hai semuanya. Kali ini saya akan membahas kelanjutan dari postingan sebelumnya nih, yaitu fungsi atau kegunaan dari 15 perintah yang ada dalam SConfig pada Windows Server 2012. SConfig sendiri merupakan singkatan dari Server Configuration. Dengan pengaturan ini, kita bisa mengubah, mengecek, mendaftarkan, ataupun mematikan Windows Server yang kita gunakan. Nah sebelum kita beralih ke penjelasan mengenai fungsi dari masing-masing perintah dalam SConfig, kita masuk dulu ke SConfig nya dengan mengetikkan “SConfig” pada Windows Server dengan mode Core yang kita gunakan. Disana terlihat ada 15 perintah di dalam SConfig. Untuk penjelasan dari masing-masing perintahnya, silahkan simak yang berikut ini.



Disana terlihat ada 15 perintah di dalam SConfig. Untuk penjelasan dari masing-masing perintahnya, silahkan simak yang berikut ini.

            1.      Domain/Workgroup

Fungsi dari perintah ini adalah jika kita ingin masuk ke domain atau workgroup yang sudah didaftarkan. Caranya dengan mengetik option “1”, kemudian kita pilih “D” untuk memilih domain atau “W” untuk memilih Workgroup.


Disini misalkan saya ingin memilih domain jadi saya memilih “D”.


Kemudian kita ketikkan nama domain dan authorized domain/usernya.


Selanjutnya ketikkan password untuk domain user nya.


Apabila muncul peringatan seperti ini, maka domain yang kita buat tadi belum terdaftar dan harus didaftarkan terlebih dahulu . 


            2.      Computer Name 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk mengubah nama dari computer kita. Untuk menggunakan perintah ini kita ketikkan option “2”, kemudian kita ketikkan nama untuk computer kita.


Setelah itu, akan ada perintah untuk melakukan restart. Tujuan dari restart ini adalah untuk menerapkan perubahan yang telah kita lakukan yaitu perubahan nama dari computer kita.






            3.      Add Local Administrator

Perintah ini berfungsi untuk menambahkan user baru yang bisa mengakses server. Untuk menggunakan perintah ini, kita ketikkan option “3”.


Kemudian kita ketik nama untuk user yang baru.


Setelah itu kita masukkan password untuk user tersebut yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, karakter, dan symbol.



            4.      Configure Remote Management
Fungsi dari perintah ini adalah untuk mengaktifkan atau menonaktifkan remote management. Untuk mengkonfigurasi perintah ini kita pilih option "4". 


Dalam remote management terdapat 4 opsi. Opsi pertama untuk mengaktifkan remote management, opsi kedua untuk menonaktifkan remote management, opsi 3 untuk memastikan apakah sudah terkoneksi dengan server yang kita gunakan atau belum, dan opsi keempat untuk kembali ke menu utama dari SConfig.


Disini saya akan mencoba untuk mengaktifkan Remote Management jadi saya pilih option "1".


Kemudian untuk kembali ke menu utama dari SConfig saya pilih option "4".


            5.      Windows Update Setting

Fungsi dari perintah ini adalah untuk mengatur windows akan melakukan update secara manual atau otomatis . Untuk menggunakan perintah ini kita ketikkan option “5”.


Untuk pengaturan windows update kita bisa memilih A untuk “Automatic” dan M untuk “Manual”. Disana terlihat bahwa update windows nya di set menjadi manual. Saya akan mengubah pengaturan windows update nya menjadi Automatic jadi saya memilih “A”.


Nah disana terlihat bahwa windows update nya telah di set menjadi Automatic. Dan system akan melakukan pengecekan serta install update pada setiap pukul 03.00 pagi.


            6.      Download and Install Update 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk mempermudah kita pada saat ingin melakukan update versi terbaru Windows Server dari micorosoftnya langsung. Untuk menggunakan perintah ini kita pilih option “6”.


Lalu akan ada pilihan untuk All Updates (A) atau Recommended Updates (R). Untuk pilihan disesuaikan saja dengan keinginan dan kebutuhan kita apakah ingin melakukan semua update yang terbaru atau update yang direkomendasikan saja. Misalkan saya akan memilih yang All Updates jadi saya ketik "A".



            7.      Remote Dekstop 

Perintah ini berfungsi untuk memberikan izin kepada client supaya bisa meremote dekstop. Untuk masuk ke dalam pengaturan remote desktop ini kita pilih option “7”.


Kemudian kita pilih “E”à Enable untuk mengaktifkan remote desktop atau pilih “D” à Disable untuk menonaktifkan remote desktop. Misalkan saya ingin mengaktifkannya, jadi saya pilih “E”.


Lalu akan muncul 2 option yaitu “Allow only clients running Remote Desktop with Network Level Authentication (more secure)” dan “Allow clients running any version of Remote Desktop (less secure)”. Disini saya akan memilih option pertama yang lebih secure atau aman karena client yang dapat meremote desktop hanya client yang networknya level authentication saja. Lalu klik OK.


            8.      Network Setting 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk mengatur konfigurasi yang berhubungan dengan network atau jaringan, seperti IP Address, DNS, dan sebagainya. Untuk melakukan pengaturan network ini kita pilih option “8”. Kemudian kita pilih nomor Index untuk memilih network adapternya, misalnya disini nomor index nya “10”.


Selanjutnya akan muncul 4 option. Pertama saya akan mengkonfigurasi option yang pertama, yaitu untuk mengatur network adapter address atau mengatur IP Address bagi network kita.  Jadi disini saya ketikkan dulu option “1” untuk mengatur IP Address nya.


Lalu kita pilih untuk pengaturan IP Address nya apakah menggunakan DHCP (pilih “D”) atau Static (pilih “S”). Disini saya akan mengatur IP Address menggunakan Static atau secara manual jadi saya pilih “S”. Selanjutnya kita masukkan IP Address nya, misalkan “172.16.30.1”. Lalu masukkan juga subnet mask nya, misalkan “172.16.0.1”. Dan kita masukkan juga default gateway nya, misalkan “172.16.0.1”. Kemudian dapat terlihat bahwa IP Address nya telah berubah sesuai dengan konfigurasi yang telah kita lakukan.


Selanjutnya kita akan beralih ke option kedua yaitu untuk melakukan setting pada DNS Server. Untuk melakukan setting DNS kita ketikkan option “2”. Kemudian kita masukkan DNS Server yang akan kita gunakan, misalkan “172.16.0.1”. 



Lalu kita masukkan juga alternative atau DNS Server pengganti nya, misalkan “8.8.8.8”. 



Nah dapat kita lihat bahwa DNS Server nya telah berganti sesuai dengan konfigurasi yang telah kita lakukan.


Kemudian untuk option ketiga tentang clear DNS Server Settings atau untuk menghapus konfigurasi DNS Server yang telah dilakukan. Untuk menghapus pengaturan DNS Server kita ketikkan option ini yaitu option “3”.
Lalu ada option keempat yaitu untuk kembali ke menu utama dari SConfig. Karena saya akan kembali ke menu utama, maka saya ketikkan option “4”.


            9.      Date and Time 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk mengatur tanggal dan waktu untuk Windows Server kita. Juga untuk mengatur zona waktu berdasarkan tempat kita berada saat ini. Untuk menggunakan perintah ini kita pilih option “9”.


Dan kita atur sesuai dengan keinginan kita.


            10.  Help Improve the product with CEIP 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk bergabung dengan customer Experience Improvement yang dengan perintah ini akan sangat berguna apabila kita memiliki permasalahan pada Windows Server kita. Maka masalah itu akan di collect dan ditanggapi oleh pihak Microsoft nya supaya mendapatkan pemecahannya. Untuk menggunakan perintah ini pilih option “10”.


Selanjutnya untuk bergabung pilih “yes” dan apabila tidak ingin bergabung pilih “no”.


Misalkan saya tidak ingin bergabung maka saya memilih “no”.


            11.  Windows Activation


Dalam Windows Activation terdapat 4 opsi yang dapat kita pilih. Opsi pertama untuk melihat info dari lisensi Windows Server kita. Opsi kedua untuk melakukan aktivasi pada Windows Server. Opsi ketiga untuk Install Product Key atau untuk memasukkan product key dari Windows Server yang kita gunakan. Dan opsi keempat untuk beralih ke menu utama dari SConfig. Untuk menggunakan perintah Windows Activation pilih option “11” dan kita atur sesuai dengan keinginan kita. 

            12.  Log Off User 

Fungsi dari perintah ini adalah untuk keluar dari user yang sedang kita gunakan dan ingin beralih untuk menggunakan user lain. Untuk keluar dari user ini kita ketikkan option “12”. Kemudian kita klik “yes” apabila benar ingin log off user.



            13.  Restart Server

Perintah ini berfungsi untuk merestart server yang kita gunakan. Untuk merestart atau memulai ulang server kita pilih option “13” dan kita pilih “yes”. Kemudian system akan ter-restart kemudian kita harus login lagi untuk masuk kembali ke Windows Server nya.



            14.  Shutdown Server

Perintah ini berfungsi untuk mematikan atau men-shutdown Windows Server yang kita gunakan. Untuk men-shutdown Windows Server kita pilih option “14” lalu kita pilih yes.



            15.  Exit to Command Line

Perintah ini berfungsi untuk keluar dari "Sconfig" dan beralih ke command line. Untuk melakukan perintah ini kita pilih option “15”.


Nah itulah penjelasan mengenai fungsi dari 15 perintah dalam SConfig. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Untuk postingan selanjutnya akan membahas tutorial mengenai cara mengubah Windows Server Core menjadi Windows Server GUI yang akan sangat bermanfaat bagi pembaca semua yang lupa atau belum terlalu hafal perintah-perintah yang akan digunakan untuk melakukan konfigurasi pada Windows Server. Jadi, see you in the next post guys. Keep enjoy and reading in my blog. Bye... Bye...

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Share:

For Reader

Jangan lupa comment and share ya.. Semoga respon dari reader dapat menambah semangat penulis dan untuk membuat blog ini menjadi lebih baik lagi. Semoga materi dan postingan dalam blog ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Salam hangat, Tania :)

From Me

Berusahalah terus untuk meraih cita-citamu. Jangan pernah menyerah dan berhenti untuk berjuang. Apabila kau sedang terjatuh, kembalilah bangkit dan buktikan pada dunia bahwa kau mampu.

Happy Reading All

Diberdayakan oleh Blogger.

I want to be a useful person

From Me

Berusahalah terus untuk meraih cita-citamu. Jangan pernah menyerah dan berhenti untuk berjuang. Apabila kau sedang terjatuh, kembalilah bangkit dan buktikan pada dunia bahwa kau mampu.

Sample Text

Social Icons

Followers

Social Icons